PEMATANGSIANTAR
Kota Pematangsiantar yang sempat terpuruk dalam hal peringkat Indeks Kota Toleran (IKT) kini terus semakin membaik. Setelah sempat di peringkat 51, kemudian naik ke peringkat 31. Lalu naik lagi ke peringkat 11, peringkat 5, dan membaik di peringkat 4, Kota Toleran se-Indonesia tqhun 2025 dari setara Institite.
Menangapreseasi hal tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar, Drs HM Ali Lubis, mengucapkan syukur atas prestasi Kota Pematangsiantar.
Menurut Ali, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn dan jajaran bersama Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan tentunya masyarakat dalam menjaga dan merawat toleransi.
“Alhamdulillah, saya sudah dapat informasi Kota Pematangsiantar mendapat peringkat empat Kota Toleransi se-Indonesia. Kita naik peringkat dari sebelumnya di peringkat lima. Mudah-mudahan kita di Pematangsiantar ini semakin rukun,” kata Ali yang dihubungi Rabu (22/04/2026) malam.
Ali berharap, ke depan seluruh pihak tetap bersama-sama menjaga kerukunan di Kota Pematangsiantar. Dengan harapan, peringkat Kota Toleran bisa terus naik.
Dengan hidup rukun dan damai, lanjutnya, maka masyarakat bisa hidup, bekerja, dan beribadah dengan tenang dan nyaman. Serta tidak ada perselisihan.
Ali juga mengungkapkan, sejak dulu masyarakat Kota Pematangsiantar senantiasa hidup rukun dan damai. Masyarakat, katanya, tidak mau melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan.
“Jika hidup rukun, masyarakat damai dan dapat beribadah dengan tenang, dan menjalin silaturahmi, maka pembangunan bisa berjalan lancar. Kita di Siantar ini satu saudara,” sebutnya.
Robin silaban
