SIMALUNGUN
Pengerjaan perawatan jalan Provinsi ruas Pematangsiantar – Tanah Jawa di wilayah Nagori Parbalokan diduga dikerjakan asal-asalan. Hal itu terlihat dari proses penyiraman prime coat dan pemadatan hotmix yang tidak sesuai standar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin (24/8/26), penyiraman prime coat atau perekat antara lapisan lama dengan lapisan baru dilakukan tidak merata. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat daya rekat antar lapisan tidak maksimal.
“Kalau prime coat nya tidak merata, pasti gampang lepas. Umur jalannya nggak akan lama,” ujar seorang pekerja konstruksi yang tidak mau disebutkan namanya.
Selain itu, proses pemadatan hotmix menggunakan tandem roller atau stamper juga diduga tidak sesuai spek. Seharusnya pemadatan dilakukan 4 sampai 6 kali gilas, namun di lapangan hanya dilakukan 2 sampai 3 kali.
“2 sampai 3 kali gilas pak,” sebut salah satu pekerja yang mengaku dari Dinas PU saat ditanya wartawan.
Kondisi ini memicu keluhan warga. Salah seorang pengguna jalan mengaku kecewa dengan kualitas pekerjaan.
“Manalah mereka pikirkan kualitasnya bang. Yang penting dikerjakan dan tertutup lobangnya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini. Masyarakat dan pengguna jalan berharap Kepala Dinas serius memperhatikan kinerja di lapangan agar anggaran perawatan tidak terbuang sia-sia.
Perawatan jalan ini bersumber dari APBD Provinsi Sumut 2026. Jika dikerjakan tidak sesuai standar, dikhawatirkan kerusakan jalan akan kembali terjadi dalam waktu dekat. (Red)
Robin silaban
