SIMALUNGUN
Pemerintah Kabupaten Simalungun bergerak cepat menindaklanjuti kerusakan infrastruktur irigasi di Kecamatan Ujung Padang. Kepala BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, turun langsung meninjau dua bendung yang rusak akibat banjir, Senin 7 September 2026.
Dua bendung yang terdampak adalah Bendung Tanjung Marihat yang mengairi sekitar 66 hektare sawah, dan Bendung Kampung Baru Hilir seluas 85,6 hektare. Lokasi peninjauan berada di Nagori Sei Merbau, Ujung Padang.
Kerusakan ini berdampak langsung pada ratusan hektare lahan pertanian warga. Jika tidak segera diperbaiki, pasokan air terganggu dan berpotensi menurunkan produktivitas panen.
“Pemerintah Kabupaten Simalungun terus berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan masyarakat, terutama para petani. Infrastruktur irigasi merupakan penopang utama produktivitas pertanian dan kunci terwujudnya ketahanan pangan yang kokoh bagi kita semua,” ujar Budiman di lokasi.
Hasil peninjauan ini, lanjut Budiman, akan menjadi dasar koordinasi dengan instansi terkait untuk merumuskan langkah perbaikan yang tepat sasaran.
Salah satu petani, Muda Bakkara, mengeluhkan dampak kerusakan tersebut. Ia terpaksa menggunakan mesin pompa untuk mengairi sawah.
“Untuk lahan seluas sekitar 2.400 meter persegi saja, kami harus mengeluarkan biaya bahan bakar Pertalite hingga sekitar Rp120.000 setiap kali pengairan. Ini tentu menjadi beban tambahan yang berat. Kami berharap kedua bendung ini segera diperbaiki,” ungkapnya.
Saat peninjauan, Budiman juga menyapa petani dan meninjau langsung operasional mesin pompa air yang digunakan warga.
Pemkab Simalungun menegaskan akan segera menindaklanjuti permasalahan ini guna memulihkan fungsi irigasi dan memastikan kegiatan pertanian berjalan lancar dan berkelanjutan. (Red)
Robin silaban
