TAPUT
Sebanyak 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) binaan LPK SO Mori resmi mendapat akses pembiayaan KUR Pekerja Migran Indonesia dari PT Bank Sumut. Penandatanganan MoU, sosialisasi dan literasi keuangan digelar di halaman LPK SO Mori Silangit, Siborongborong, Jumat 4 September 2026.
Hadir dalam kegiatan itu Kadis Naker Taput Marojahan Hutasoit, Pemimpin Divisi Kredit Konsumer Bank Sumut Faisal Panggabean, serta Pimpinan Cabang Bank Sumut Tarutung dan Unit Siborongborong.
Direktur LPK SO Mori, Rijen Sinurat mengatakan, biaya penempatan ke Jepang mencapai sekitar Rp50 juta. Selama ini kendala finansial menjadi penghambat utama calon PMI.
“Kami berterima kasih kepada Bank Sumut karena memberikan akses KUR PMI bagi 30 siswa kami. Semoga program ini dapat mewujudkan keinginan mereka bekerja ke luar negeri,” ujar Rijen.
LPK SO Mori yang berdiri 2024 itu sudah memiliki izin Sending Organization dan bekerja sama dengan sejumlah SMK se-Tapanuli Raya.
Kadis Naker Taput Marojahan Hutasoit mengapresiasi program tersebut. Ia menilai kerja sama ini membantu individu sekaligus menekan angka pengangguran di Taput.
“LPK SO Mori berkontribusi nyata mengurangi angka pengangguran. Program baik ini harus dimanfaatkan. Kami harap lebih banyak LPK kerja sama dengan Bank Sumut,” katanya.
Pemimpin Divisi Kredit Konsumer Bank Sumut Faisal Panggabean menjelaskan, KUR PMI plafon hingga Rp100 juta, bunga 5% per tahun, tanpa agunan.
“Hari ini kami luncurkan MoU dengan LPK SO Mori. Bagi calon PMI yang hendak ke Jepang jangan ragu soal biaya. Bahkan alumni yang pulang dari Jepang juga bisa pinjam hingga Rp100 juta untuk usaha,” jelas Faisal.
Kerja sama ini diharapkan mempermudah pembiayaan, meningkatkan perlindungan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga PMI di Taput. (Golmen)
Editor:Robin silaban
