• HUKUM KRIMINAL
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • NEWS
  • DAERAH
Metroasia.co
  • NEWS
  • HUKUM KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • NASIONAL
  • DAERAH
No Result
View All Result
  • NEWS
  • HUKUM KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • NASIONAL
  • DAERAH
No Result
View All Result
Metroasia.co
No Result
View All Result
Home POLRI

Aksi Humanis Kapolres Simalungun, 130 Massa GERMALAK yang Hendak Panen Sepihak di Lahan PT SIPEF Berakhir Damai

Redaktur by Redaktur
3 November 2026
in POLRI
0 0
0
Aksi Humanis Kapolres Simalungun, 130 Massa GERMALAK yang Hendak Panen Sepihak di Lahan PT SIPEF Berakhir Damai
0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan WhatsappBagikan FacebookBagikan XBagikan Telegram

POLRI-SIMALUNGUN

Aksi humanis ditunjukkan Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M. Ia turun langsung ke lapangan dan memfasilitasi mediasi antara Gerakan Masyarakat Lapar Keadilan (GERMALAK) dengan manajemen PT Eastern Sumatera Indonesia (PT SIPEF Bukit Maradja).

Rencana aksi panen sepihak tandan buah segar (TBS) oleh sekitar 130 warga yang semula dikhawatirkan memicu bentrokan, akhirnya berakhir damai. Massa membubarkan diri dengan tertib dan penuh senyuman. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Senin (2/11/2026).

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi Selasa (3/11/2026) pukul 07.54 WIB mengatakan, langkah ini merupakan wujud nyata Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis.

“Ini bentuk nyata Polri untuk masyarakat, yakni polisi bersama masyarakat yang melindungi, mengayomi, dan melayani. Dalam diskusi yang alot, Kapolres mampu menenangkan suasana hati warga untuk duduk bersama,” ujar AKP Verry Purba.

*130 Warga Kumpul di Simpang Tiga, Sempat Dihadang Security*

Kegiatan diawali apel pengecekan kesiapan personel pada pukul 07.30 WIB yang dipimpin langsung Kapolres. Fokus pengamanan adalah mencegah bentrok dan tindak pidana pencurian TBS.

Pukul 09.00 WIB, sekitar 130 warga anggota GERMALAK berkumpul di Simpang Tiga Negeri Bayu, Nagori Bandar Siantar. Hadir sebagai perwakilan Thaleb selaku penanggung jawab, Sahrul Ginting, Hendra Saragih, Suherman, dan Soleh Sidauruk.

Pukul 09.50 WIB, massa bergerak menuju Afdeling 3 Divisi 3 areal perkebunan, namun dihadang security perusahaan sehingga aksi panen tidak terlaksana. Perdebatan sempat terjadi, tetapi berhasil diredam personel Polri yang mengedepankan pendekatan humanis.

“Personel Polri mengedepankan pendekatan humanis, meredam situasi tanpa kekerasan hingga semua pihak dapat dipertemukan,” ungkap AKP Verry Purba.

*Mediasi di Tengah Kebun, Sempat Memanas*

Pukul 10.05 WIB, setelah upaya Kasat Intelkam, Manager Operasional PT SIPEF Bastanta Ginting dan tim legal akhirnya tiba di lokasi.

Di tengah areal kebun, Kapolres menyampaikan imbauan Kamtibmas, mengajak warga menyampaikan pendapat secara damai tanpa mengganggu pengguna jalan, serta menghindari perbuatan melanggar hukum.

Dalam mediasi, GERMALAK menyampaikan 5 tuntutan utama:
1. Penyaluran dana CSR kepada desa sekitar
2. Realisasi kebun plasma 20 persen
3. Kewenangan terkait berakhirnya masa HGU
4. Penyediaan fasilitas umum
5. Pembukaan portal pada jalan penghubung antar-nagori

Pihak perusahaan menyatakan telah melaksanakan CSR seperti bantuan irigasi dan perbaikan gereja. Soal plasma 20 persen, perusahaan menilai tidak ada kewajiban bagi perusahaan asing. Tim legal menyebut perusahaan telah memenuhi syarat perpanjangan HGU dan masih memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP) yang masih menunggu penerbitan dari BPN.

Pukul 10.36 WIB, situasi sempat memanas saat perwakilan GERMALAK Thaleb menyampaikan aspirasi dan dipotong serta dibentak oleh Manager Security perusahaan, Berlin Damanik. Personel Polri segera mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.

*Kapolres: Jangan Tutup Akses Jalan Warga*

Menanggapi ketegangan itu, Kapolres dengan tegas meminta perusahaan tidak menutup akses jalan dengan portal dan mempertimbangkan akses penghubung antar-nagori untuk kepentingan warga. Ia juga meminta Berlin Damanik diserahkan kepada Polri untuk dimintai keterangan.

“Polri akan mengawal penyampaian tuntutan masyarakat, mempelajari seluruh tuntutan, dan berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara. Kami minta masyarakat memberi waktu kepada Polri,” tegas AKBP Hendri Nupia Dinka Barus.

Mediasi menghasilkan kesepakatan: Polri akan memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan perusahaan, berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk BPN, serta menyampaikan perkembangannya kepada perwakilan GERMALAK.

Pihak GERMALAK menyatakan sepakat dan memberi waktu 14 hari kerja kepada Polri.

Pukul 11.40 WIB, seluruh kegiatan berakhir aman dan kondusif.

“Tanpa perbuatan yang mengganggu Kamtibmas maupun tindak pidana, masyarakat kembali ke rumah masing-masing dengan penuh senyuman,” pungkas AKP Verry Purba.

Polres Simalungun menegaskan akan terus memonitor dan mengawal tuntutan warga GERMALAK demi penyelesaian sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red)

Robin silaban

Tags: AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka BarusKapolres simalungun

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • Aceh
  • ADVERTORIAL
  • Cerita Online
  • DAERAH
  • Dating Tips
  • Ekonomj
  • HUKUM KRIMINAL
  • Kemenkunham
  • Melek Hukum
  • NASIONAL
  • NEWS
  • Olahraga
  • OPINI
  • Pariwisata
  • Pematangsiantar
  • PEMERINTAHAN
  • Pendidikan
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • POLRI
  • Ragam dan Budaya
  • RELIGI
  • Seremonial
  • Simalungun
  • SOSIAL
  • TNI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • REDAKSI

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HUKUM KRIMINAL
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • NEWS
  • DAERAH

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

WhatsApp Kami