Metroasia.co, Simalungun
Dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analisis peserta didik, Dinas Pendidikan (Disdik) Simalungun menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA).
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan dan kesiapan dalam pemanfaatan teknologi, serta mengembangkan pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab etis.
Namun, peserta kegiatan ini mengeluh tentang potongan dana transport yang mereka terima.
Menurut sumber internal, Minggu (27/7) kegiatan ini menggunakan dana BOS Kinerja, yang merupakan bantuan pemerintah untuk sekolah-sekolah dengan mutu dan kinerja baik. Setiap peserta diwajibkan membayar Rp 10.000.000 untuk mengikuti kegiatan ini.
Peserta kegiatan ini merasa kecewa karena uang transport mereka dipotong. Mereka seharusnya menerima Rp 150.000 per hari, tetapi hanya menerima Rp 100.000 per hari. Potongan Rp 50.000 tersebut digunakan untuk biaya makan dan snack.
“Kami merasa tidak adil dengan potongan dana transport ini. Kami berharap pihak Disdik dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini,” kata narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dengan demikian, diharapkan Disdik Simalungun dapat mempertimbangkan kembali kebijakan penggunaan dana BOS Kinerja dan memastikan bahwa peserta kegiatan tidak merasa dirugikan. (Rob)
