Metroasia.co, Simalungun
Direktur Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) Mulia Mandiri di Nagori Margomuliyo, kecamatan Gunung Malela, kabupaten Simalungun, menjadi sorotan setelah warga menduga pihak pengelolah “memainkan” dana desa yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan tahun 2025.
Menurut Sekretaris desa nagori Margomuliyo, Dika, saat ditemui di kantor, total penyertaan modal BUMNag tahun 2025, mencapai Rp 147 juta. Dari jumlah itu, Rp 96 juta telah dicairkan pada tahap pertama dan dilaporkan telah habis untuk pembayaran sewa lahan, pembangunan kandang, pembelian ayam petelur dan pakan.
Namun, sangat disayangkan jika pengelolahan anggaran sebesar Rp 96 juta itu malah mendapat sorotan dari masyarakat yang menganggap tidak wajar.
“Informasi kami terima, Pemerintahan nagori melalui Pangulu Margomuliyo, Safii, telah melakukan perjanjian untuk sewa lahan sebesar 1,5 juta per tahun, dan selanjutnya pembutan kandang, serta pengadaan ternak ayam petelur ditafsir menghabiskan anggaran berkisar 20 juta an. Itu sudah termasuk belanja pakannya” sebut seorang ibu rumah tangga disekitar lokasi kandang ayam. Jumat (14/11)
“Jadi tidak mungkinlah sampai sebilan puluhan juta, manalagi jumlah ayam petelurnya juga berkisar puluhan ekor saja” sebutnya lagi
“Selain itu, hasil telurnya juga kecil kecil, tidak mampulah untuk bersaing jika dibandingkang dengan telur yang dibeli dari grosir, karen kecil” tegasnya lagi
Amatan dilokasi, Material pembuatan kandang ayam petelur itu juga terlihat dikerjakan asal jadi, berpagarkan dari tepas yang terbuat dari pelapa kelapa sawit.
Ketua Bumnag Mulia Mandir, Dedi Sanjaya, saat ingin dimintai informasi terkait keraguan masyarakat, baik melalui telpon juga belum membuahkan hasil.
Dalam hal ini, masyarakat juga berharap kepada Dinas PMPN, Inspektorat dan APH kabupaten Simalungun untuk memberikan perhatian khusus dalam pengawasan kepada Bumnag Mulia Mandiri.
Editor : Robin silaban
