Metroasia.co, Simalungun
Direktur BUMDes, Nagori Marihat Baris, kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Robby Purba dengan lantam mengatakan “Ngapain baca baca anggaran” saat dikonfirmasi tentang anggaran pembangunan kandang sapi yang diperuntukkan untuk program penggemukan sapi dalan program ketahanan pangan tahun 2025.
” Gambar sama tukang, gitu. Tinggal tanya tukang saja berapa lebar, aku tidak ada ikut campur lagi kesitu pak, pokoknya mainkan, aku mau cepat siap. Itu saja” ungkap Bobby saat dihubungi melalaui telpon seluler
“Ngapain baca baca anggaran bapak. Anggaranya tidak aku pak, lupa aku. Gak apa apa lah pak. Bapak yang masuk kan saya di media online ? Oh …kalau bisa di.media yang besar, tidak ada masalah dengan LSM ah. Aman itu” lanjutnya
“Jadi kalau bapak mau masukan ke media online, yang besar, jangan yang tidak dibaca orang, biar aku terkenal. Yang besar sekali gus.” Lanjutnya
Namun disaat disinggung soal pengertian dari maksud ucapan media yang besar, Robby Purba mengatakan, karena saya pun kerja, mohon maaf kalau ada salah kata. Oke…sebutnya lagi
Di waktu yang bersamaan, para pekerja tukang yang ditemui dilokasi, saat di konfirmasi, mengatakan tidak memiliki gambar bangunan kandang sapi. Namun mengerjakan pembangunan berdasarkan sesuai dengan pembangunan dinagori lain.
” Semua sama bang, kami kerjakan seperti di nagori Silau Manik. Karena semua sama bang. Ukuran dan lebarnya” ucapnya mengakhiri
Diketahui, BUMDes Nagori Marihat Baris” BUMDes Lancar Jaya Marihat Baris” dengan nama usaha Pertanian dan Peternakan, mendapatkan penyertaan modal dari APBDes tahun 2025 sebesar Rp 214.700.000, dan merencakan akan membelanjakan pembelian bibit ternak sapi yang akan digemukan sebanyak 12 ekor, Namun belum dibelanjakan.
Sesuai dengan amatan di lokasi, luas kandang dengan ukuran 6,5 x 9 sesuai pengakuan Robby, selaku Direktur BUMDes Marihat Baris, perlu dilakukan peninjauan oleh ahli dalam pengembangan peternakan ataupun dinas yang menangani dalam pergerakan ternak menuju perkembangan yang diharapkan.
Editor : Robinsm silaban
