Metroasia.co, Simalungun
Pangulu Nagori Bah Kisat, Andri Dwirahmansyah, diduga beralibi saat dimintai kesediaan waktu untuk konfirmasi di kantornya melalui telpon. Rabu (27/8), Andri mengatakan jika dirinya dan pengurus Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) sedang tidak berada di tempat.
Alasan Andri tersebut menimbulkan dugaan adanya masalah serius dalam pengelolaan BUMNag. Ketiadaan mereka diduga terkait dengan kelalaian atau potensi masalah keuangan maupun konflik yang menghambat pengelolahan BUMNag.
Pangulu Nagori Bah Kisat menyatakan bahwa pengurus BUMNag sedang berada di luar Nagori untuk umroh dan dirinya juga memiliki keperluan lain.
Ketiadaan mereka juga dapat mengarah pada penyelewengan dana atau pengelolaan BUMNag yang tidak profesional.
Dalam hal ini, Komisi I DPRD Simalungun dinilai layak untuk merekomendasikan pemeriksaan laporan keuangan BUMNag Nagori Bah Kisat kepada Inspektorat. Serta perlu dilakukan verifikasi untuk mengetahui apakah ada anggota pengurus BUMNag yang melanggar aturan, seperti rangkap jabatan dengan posisi lain di pemerintahan Nagori.
Dalam tanggung jawabnya, Pangulu dan pengurus BUMNag Nagori Bah Kisat harus mempertanggungjawabkan pengelolaan BUMNag dan aset Nagori. Dan ketiadaan mereka di tempat menunjukkan adanya masalah akuntabilitas yang perlu diusut.
Editor: Robin silaban
