Metroasia.co, Simalungun
Paska diberitakan, Direktur BUMNag Besar Bersama Bah Kisat, Nagori Bahkisat, kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Budi Susanto, menanggapi dengan kata berhentilah mencari kesalahan dan kekurangan.
“Menurut abg, apakah pengurus BUMNag harus 24 jam fokus ke BUMNag?
haruskah saya tinggalkan profesi saya dan fokus ke BUMNag?
Abang suruh ajalah yang anonim itu jadi pengurus BUMNag dan suruh dia tinggalkan profesinya..Apakah dia mau?
Sama seperti abg sebagai wartawan, haruskah 24 jam abg fokus di wartawan?
Berhentilah cari kesalahan, mari berpikirlah positif. Yang penting niat kami bagaimana caranya agar desa kami maju.
Hidup hanya sekali, mari kita buat yang terbaik.
Bermanfaat bagi orang lain, itulah pilihan hidup yang sesungguhnya”. Tulisnya dalam pesan whatsab. Kamis (25/9) jam 22.55
Namun setelah ditanya maksud kalimat berhentilah cari kesalahan dan kekurangan orang lain, Apakah dia merasa ada kesalahan dan kekurangan dalam menjabat Direktur BUMNag,Budi susanto, tidak memberikan jawaban.
Berita sebelumnya, Budi Susanto, selaku Direktur BUMNag Besar Bersama Bah Kisat, Nagori Bahkisat, adalah seorang yang memiliki profesi guru dan dosen disalah satu yayasan yang berada di kota Pematang siantar.
Dengan profesi dalam keseharian sebagai guru dan Dosen, Budi Susanto mengakui jika jabatan sebagai Direktur BUMNag di nagori Bah Kisat yang diembanya adalah hanya sebagai pekerjaan sampingan. Pengakuan Rudi itu menimbulkan suatu tanggapan yang meragukan dalam pencapaian keberhasilan / kemajukan BUMNag yang dipimpinnya.
Editor : Robin silaban
