Metroasia.co, Simalungun
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi ketersediaan air di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sangat minim. Dikutip dari instagram terpercaya, Peneliti pusat Riset Iklim dan Admosfer BRIN, Laras Toersilowati, menyebutkan hasil analistis Artificial Neural Network (ANN) menunjukan air permukaan hanya 0,51 persen, Air tersimpan pada vegetasi 20,41 persen, dan sisanya 79,08 persen non area non air.
“Betul, (kondisi air di IKN kurang). Karena air di IKN cuma 0,5 persen. Nah kalau yang pegetasi jadi bangunan, ketersedian air berkurang lagi” kata Laras
Ia mengingatkan resiko krisis air jika pembangunan besar besaran tidak diantisipasi sejak awal. Pemerintah pun menyiapkan danau buatan, tetapi Laras menyebut langkat itu perlu perhitungan matang.
“Ketersediaan air di IKN menjadi isu penting. Jika tidak diantisipasi sejak awal, pembangunan dapat beresiko dengan krisis air” ujarnya
Kajian BRIN menegaskan data satelit dan riset iklim bisa menjadi dasar pengambilan keputusan setrategi agar pembangunan kota tetap berkelanjutan.
Pemerintah merencanakan pemindahan pusat pemerintahan ke IKN pada 2028, sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2025 tentang Pemutahiran rencan kerja Pemerintah, yang memperbarui target dan sasaran pembangunan nasional, termasuk kesiapan inprastruktur dasar seperti air bersih. (B-News)
