• HUKUM KRIMINAL
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • NEWS
  • DAERAH
Metroasia.co
  • NEWS
  • HUKUM KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • NASIONAL
  • DAERAH
No Result
View All Result
  • NEWS
  • HUKUM KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • NASIONAL
  • DAERAH
No Result
View All Result
Metroasia.co
No Result
View All Result
Home NEWS

Mantan Panglima GAM Minta Pemerintah Bangun Monumen Peristiwa Rumah Geudong

Redaksi Metroasia.co by Redaksi Metroasia.co
24 Juni 2023
in NEWS, PERISTIWA
0 0
0
Mantan Panglima GAM Minta Pemerintah Bangun Monumen Peristiwa Rumah Geudong
0
SHARES
8
VIEWS
Bagikan WhatsappBagikan FacebookBagikan XBagikan Telegram

Band Aceh,Metroasia.co – Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Sagoe Awe duek Julok Kuta Binje atau Pria yang akrab disapa Panglima Budi, menghimbau kepada Pemerintah Indonesia dan  Presiden Ir. Jokowidodo agar membangun sebuah Monumen Sejarah Peristiwa  yang di lakukan oleh oknum TNI.

Hal itu dimintanya agar tidak hilang sejarah tergerus oleh masa ke masa dan waktu. Sehingga generasi Muda penerus Bangsa bisa mengetahui tempat dan tragedi di masa itu,” cetus pria yang akrab di sapa panglima Budi.

“Apalagi dalam peristiwa itu beberapa keluarga kandung saya menjadi korban kebiadaban Oknum Militer Indonesia. Dan  sampai saat masih hidup, walaupun tidak sempurna seperti masyarakat lainnya akibat penyiksaan itu, juga tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah terhadap Keluarga saya,” ucapnya kepada awak media,Sabtu(24/6/2023).

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu menceritakan peristiwa tersebut kepada awak media serta mengingatkan kekejian yang dialami kakak kandungnya.

“Hanapiah bin Abdullah juga Ainul Mardhiah bin Yusuf hanapiah Pasangan Suami Istri yang bertempat di desa dayah yoeb kecamatan bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Mereka di kala itu di tangkap oknum TNI, lalu di bawa ke rumoeh geudoeng. Kemudian, Pasangan Suami Istri itu  disiksa. Hanapiah di gantung kepala dengan ke bawah, sedangkan istrinya Ainul Mardhiah di Jambak serta muka di benturkan ke lantai rumoh geudoeng.

Ainul Mardhiah kakak kandung saya yang sampai saat ini masih hidup, bahkan masih trauma akibat kebiadaban oknum militer Indonesia kala itu,” ucapnya dengan raut wajah sedih  mata berkaca kaca menahan air mata.

Atas hal itu, Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu meminta kepada Pemerintah Propinsi Aceh maupun Presiden Republik Indonesia, Ir. Jokowidodo agar membangun sebuah monumen rumah Geudong yang mengenang sebuah peristiwa yang tidak bisa terlupakan itu.

” Saya berharap kepada presiden republik Indonesia bapak Ir. Jokowidodo dan Pemerintah Provinsi Aceh untuk membangun sebuah monumen Rumah Geudong untuk mengenang peristiwa yang terjadi pada saat itu,” tutupnya,(Hasbi).

Tags: AcehGamMetroasia.coPanglima GamSejarah

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • Aceh
  • ADVERTORIAL
  • Cerita Online
  • DAERAH
  • Dating Tips
  • Ekonomj
  • HUKUM KRIMINAL
  • Kemenkunham
  • Melek Hukum
  • NASIONAL
  • NEWS
  • Olahraga
  • OPINI
  • Pariwisata
  • Pematangsiantar
  • PEMERINTAHAN
  • Pendidikan
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • POLRI
  • Ragam dan Budaya
  • RELIGI
  • Seremonial
  • Simalungun
  • SOSIAL
  • TNI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • REDAKSI

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • HUKUM KRIMINAL
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • NEWS
  • DAERAH

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

WhatsApp Kami