• HUKUM KRIMINAL
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • NEWS
  • DAERAH
Metroasia.co
  • NEWS
  • HUKUM KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • NASIONAL
  • DAERAH
No Result
View All Result
  • NEWS
  • HUKUM KRIMINAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • NASIONAL
  • DAERAH
No Result
View All Result
Metroasia.co
No Result
View All Result
Home POLRI

Wisatawan 66 Tahun yang Tenggelam di Pantai Poro-Poro Danau Toba Berhasil Dievakuasi

Redaktur by Redaktur
2 November 2026
in POLRI
0 0
0
Wisatawan 66 Tahun yang Tenggelam di Pantai Poro-Poro Danau Toba Berhasil Dievakuasi
0
SHARES
2
VIEWS
Bagikan WhatsappBagikan FacebookBagikan XBagikan Telegram

POLRI-SIMALUNGUN

Polsek Dolok Pardamean Polres Simalungun menunjukkan kesiapsiagaan dalam penanganan kejadian darurat di kawasan wisata Danau Toba. Personel bergerak cepat melakukan pencarian dan evakuasi seorang wisatawan yang tenggelam di Pantai Poro-Poro, Salbe, Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/11/2026) siang.

Korban berinisial MN (66), seorang pensiunan karyawan swasta asal Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang bersama rombongan jemaat HKBP Purba Sari Pematangsiantar sekitar 40 orang menggunakan empat angkot dan satu mobil pribadi untuk berwisata ke Pantai Salbe.

Rombongan sempat menggelar kebaktian, kemudian menaiki kapal kayu menuju objek wisata Goa Babaliang. Naas, dalam perjalanan pulang, sekitar 15 meter dari garis Pantai Poro-Poro, korban nekat melompat dari kapal ke danau.

Menurut keterangan saksi, istri korban sempat melarang karena faktor usia. Namun korban tetap melompat.

Melihat korban kewalahan berenang, dua saksi berinisial RS dan CT berusaha menolong dengan menggunakan banana boat dan melemparkan tali. Namun korban justru tenggelam. Upaya penyelaman oleh saksi terhenti karena kondisi air yang gelap.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi, S.H., langsung memimpin personel turun ke lokasi bersama anggota Koramil 15/SPA dan perangkat Nagori Togu Domu Nauli.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak. Keselamatan dan kepastian bagi keluarga korban menjadi prioritas kami,” ujar AKP Restuadi.

Pengelola Pantai Poro-Poro mendatangkan dua penyelam dari Samosir. Dengan bantuan kamera bawah air, posisi korban terdeteksi berada di kedalaman sekitar 20 meter. Namun evakuasi belum bisa dilakukan karena keterbatasan peralatan.

Kapolsek kemudian menghubungi penyelam dari perusahaan di Tamburea, namun kemampuan selam mereka hanya sampai lima meter.

Tidak ingin berspekulasi dan mengutamakan keselamatan, AKP Restuadi berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Simalungun untuk mendatangkan Tim Basarnas Danau Toba dari Ajibata.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Karena kedalaman dan keterbatasan alat, kami minta bantuan tim yang memiliki kompetensi dan peralatan lengkap,” ungkapnya.

Sekitar pukul 16.30 WIB, enam personel Tim Basarnas Danau Toba di bawah pimpinan Koordinator SAR Danau Toba, Erikson Gultom, tiba di lokasi. Setelah mendapat penjelasan titik tenggelam, tim langsung melakukan penyelaman.

Pukul 17.35 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan dan diangkat dari dasar danau.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga, disaksikan Kapolsek, Babinsa Koramil 15/SPA Sertu H. Pakpahan, dan Sekdes Nagori Togu Domu Nauli. Selanjutnya jenazah dibawa dengan ambulans ke Puskesmas Dolok Pardamean untuk visum luar oleh paramedis.

Keluarga korban menandatangani surat pernyataan tidak dilakukan autopsi. Sekitar pukul 19.00 WIB, jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Pematangsiantar.

Atas kejadian ini, Kapolsek menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban sekaligus mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mengutamakan keselamatan, terutama di perairan Danau Toba.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran. Jangan melompat atau berenang di perairan dalam tanpa pelampung dan pengawasan, apalagi bagi lansia, anak-anak, atau yang tidak mahir berenang. Danau Toba sangat dalam, arusnya sulit diprediksi, dan kondisi cepat gelap di bawah permukaan,” ujar AKP Restuadi.

Ia juga mengimbau pengelola objek wisata agar menyediakan pelampung, tali penyelamat, dan petugas jaga, serta memastikan kapal wisata mematuhi standar keselamatan. Pengelola diminta aktif mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di atas kapal. Pimpinan rombongan juga diminta mengawasi anggotanya.

“Jika terjadi kecelakaan air atau keadaan darurat, segera hubungi Polsek Dolok Pardamean atau Call Center Polri 110 yang bebas pulsa. Semakin cepat laporan, semakin besar peluang keselamatan,” tegasnya. (Red)

Robin silaban

Tags: Pantai Pora PoraPolsek Dolok Pardameanwisatawan

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • Aceh
  • ADVERTORIAL
  • Cerita Online
  • DAERAH
  • Dating Tips
  • Ekonomj
  • HUKUM KRIMINAL
  • Kemenkunham
  • Melek Hukum
  • NASIONAL
  • NEWS
  • Olahraga
  • OPINI
  • Pariwisata
  • Pematangsiantar
  • PEMERINTAHAN
  • Pendidikan
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • POLRI
  • Ragam dan Budaya
  • RELIGI
  • Seremonial
  • Simalungun
  • SOSIAL
  • TNI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • REDAKSI

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HUKUM KRIMINAL
  • SOSIAL
  • TNI
  • POLRI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • NEWS
  • DAERAH

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

WhatsApp Kami