JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menghimpun rangkaian peristiwa dan pemutakhiran penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Selasa (28/4), pukul 07.00 WIB hingga Rabu (29/4), pukul 07.00 WIB. Dari hasil pendataan, kejadian bencana tanah longsor, banjir dan angin kencang menjadi atensi bersama pemerintah daerah.
Adapun peristiwa yang pertama ialah banjir di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/4). Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama 2-5 jam hingga menyebabkan banjir. Lokasi terdampak yakni Kelurahan Lewoleba Utara, Timur dan Tengah di Kecamatan Nubatukan, serta Kelurahan Selandoro, Kecamatan Lebatukan.
Sebanyak 141 kepala keluarga (KK) serta 141 unit rumah terdampak. Banjir juga menyebabkan pagar pengaman Kantor Bupati sepanjang 100 meter roboh. BPBD Kabupaten Lembata telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penanganan.
Pemerintah setempat sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat dengan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur tentang Status Siaga Darurat bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Angin Siklon Tropis, Cuaca Ekstrem, Gelombang Pasang dan Abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak Desember 2025 sampai 8 Juni 2026. Kondisi terkini pada Rabu (29/4) banjir masih belum sepenuhnya surut dan masih dilakukan pendataan.
Berikutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung secara terus menerus pada hari Senin (27/4) pukul 15.00 WITA, telah memicu longsor di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Wilayah terdampak yakni Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.
Di samping itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan kondisi tanah di beberapa titik menjadi labil. Akibatnya, fenomena tanah longsor terjadi di Dusun Balekuwu, Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari pukul 17.15 WITA.
Tercatat lima kepala keluarga (KK) terdampak mengungsi ke tempat kerabat. Kerugian material diantaranya lima unit rumah dan satu akses jalan terdampak akibat peristiwa ini. BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat untuk melakukan koordinasi dengan aparat terkait guna melakukan pelaporan dan penyebaran informasi, serta kaji cepat.
Hingga Selasa (28/4), kondisi cuaca berangsur membaik, namun tanah di sekitar lokasi masih dalam kondisi labil. Material longsor sebagian belum bisa dibersihkan dan akses masih jalan terganggu. Warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat. Situasi secara umum dalam keadaan aman dan terkendali, namun BPBD setempat tetap memberikan peringatan terhadap adanya potensi longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Peristiwa selanjutnya terjadi di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang pada Senin (27/4) pukul14:00 WIB, mengakibatkan 19 unit rumah penduduk di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang mengalami kerusakan pada struktur atap rumah.
Sebanyak 19 kepala keluarga (KK) terdampak serta kerugian material diantaranya 14 unit rumah rusak ringan, tiga unit rumah rusak sedang dan dua unit rumah rusak berat. BPBD Kabupaten Dairi melakukan verifikasi lapangan, berkoordinasi dengan perangkat Desa Bintang Mersada untuk melakukan penanganan.
Penanganan dilakukan secara terpadu setelah pemerintah setempat menetapkan status transisi darurat ke pemulihan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/234/KPTS/2026 Tentang Penetapan Status Transisi Darurat Ke Pemulihan Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Gempa Bumi di Wilayah Provinsi Sumatera Utara selama 3 (tiga) bulan sejak 1 April 2026 sampai 30 Juni 2026.
Kondisi terkini pada Selasa (28/4) beberapa rumah yang terdampak sudah dilakukan penanganan oleh pemilik rumah.
Prakiraan Cuaca Periode 29 – 30 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh. Bersihkan saluran air di sekitar rumah bebas dari sampah agar aliran air lancar dan tidak menyebabkan genangan atau banjir. (Red)
