Metroasia.co, Simalungun
Anggaran pembangunan atau rehabilitasi sarana dan prasarana energi alternatif di Nagori Kebun Sayur berbeda dengan anggaran di Nagori Mekar Sidamanik. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada permainan anggaran di Nagori Kebun Sayur. Kamis (30/10)
Menurut laporan, Nagori Kebun Sayur mengucurkan biaya hingga Rp 99.788.000 untuk pembangunan atau rehabilitasi sarana dan prasarana energi alternatif sebanyak lima titik. Sementara itu, Nagori Mekar Sidamanik telah melakukan pemesanan dan pembayaran untuk sepuluh titik dengan biaya yang sama.
“Kami sudah memesan untuk pemasangan sepuluh titik, dengan biaya yang sama” kata salah satu perangkat Nagori yang tidak ingin disebutkan namanya
“Perbedaan anggaran ini sangat mencurigakan dan perlu diusut tuntas oleh APH,” ujarnya lagi. Senin (27/10)
Sementara itu. dihari yang sama, Sekretaris Desa Nagori Kebun Sayur, Nasib Sibutarbutar, mengaku bahwa proyek berupa pemasangan lampu penerangan tenaga surya di nagorinya itu juga dengan rekanan asal Pematangsiantar. Namun, Nasib juga diduga melakukan pungutan liar dengan menyuruh para kaur untuk meminta uang kepada pemborong yang memasang lampu tersebut.
Dalam hal ini, Masyarakat Nagori Kebun Sayur menuntut agar APH dan inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kinerja Pangulu Kebun Sayur dengan serius. Mereka berharap agar anggaran desa dapat digunakan secara transparan dan akuntabel untuk kepentingan masyarakat.
Editor : Robin silaban
